Beranda | Artikel
Empat Kelompok Pokok yang Menyimpang
11 jam lalu

Empat Kelompok Pokok yang Menyimpang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Syarhus Sunnah karya Imam Al-Barbahari Rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Iqbal Gunawan, M.A Hafidzahullah pada Rabu, 20 Rabiul Awal 1448 H / 2 September 2026 M.

Kajian Islam Tentang Empat Kelompok Pokok yang Menyimpang

إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Kecuali orang yang mempersaksikan kebenaran dan mereka mengetahui.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 86)

Karena itu, untuk merekomendasikan atau menyatakan bahwa seseorang berada di atas sunnah, seseorang harus mengetahui pokok-pokok akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Pokok-pokok tersebut mencakup iman kepada Allah, tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, serta tauhid asma’ wa shifat. Apabila seseorang menyimpang dalam tauhid uluhiyah, terlebih sampai terjatuh dalam syirik akbar, atau mengingkari sifat-sifat Allah ‘Azza wa Jalla, melakukan kesalahan dalam masalah takdir, atau menyimpang dalam masalah sahabat—seperti mencela, membenci, bahkan mengkafirkan para sahabat—ia tidak dapat dinyatakan sebagai Ahlus Sunnah.

Demikian pula orang yang menyimpang dalam masalah imamah, seperti mengatakan bahwa tidak wajib menaati pemimpin muslim yang dzalim dan wajib memberontak kepada mereka. Dengan berbagai penyimpangan tersebut, seseorang tidak boleh bermudah-mudahan menyatakan bahwa orang lain termasuk Ahlus Sunnah sebelum mengetahui bahwa pokok-pokok Ahlus Sunnah wal Jamaah telah terkumpul pada dirinya.

Seseorang tidak disebut berada di atas sunnah sebelum seluruh pokok akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah terkumpul pada dirinya.

Apabila seseorang menyimpang dalam masalah takdir atau tauhid uluhiyah, mengagungkan kuburan, membolehkan berdoa kepada orang yang telah meninggal, atau melakukan penyimpangan lainnya, kita perlu berhati-hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra`[17]: 36)

Apabila tidak mengetahui, katakanlah bahwa kita tidak tahu.

Intinya, kita harus mengetahui pokok-pokok akidah Ahlus Sunnah dan memastikan bahwa seseorang berada di atas akidah yang benar sebelum menyatakan bahwa ia berada di atas Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Empat Kelompok Pokok yang Menyimpang

Imam Abdullah bin Mubarak, salah seorang ulama salaf yang sangat populer, menyebutkan bahwa pokok dari tujuh puluh dua kelompok yang tersesat adalah empat kelompok besar.

Dari empat kelompok pokok tersebut muncul tujuh puluh dua golongan. Para ulama berbeda pendapat tentang maksud tujuh puluh dua golongan. Sebagian mengatakan bahwa yang dimaksud adalah kelompok-kelompok besar, sebab apabila dihitung, terdapat sangat banyak kelompok dalam umat ini. Sebagian ulama menyatakan bahwa yang dimaksud ialah kelompok-kelompok besar yang memiliki banyak pengikut.

Kelompok Qadariyah

Salah satu dari empat kelompok pokok tersebut adalah Al-Qadariyah, yaitu kelompok yang menolak takdir. Kelompok ini muncul pada akhir masa sahabat, pada zaman Abdullah bin Umar.

Ketika dilaporkan kepada Abdullah bin Umar tentang sekelompok orang yang mengatakan bahwa segala sesuatu terjadi baru saja dan tidak ditakdirkan sebelumnya oleh Allah ‘Azza wa Jalla, beliau menolak pemahaman tersebut.

Al-Qadariyah menyatakan bahwa Allah tidak menakdirkan perbuatan manusia dan manusia menciptakan perbuatannya sendiri. Kelompok yang ekstrem bahkan mengatakan bahwa Allah tidak mengetahui dan tidak menuliskan takdir di Lauhulmahfuz. Para ulama mengkafirkan kelompok yang berpendapat demikian. Adapun kelompok yang mengatakan bahwa Allah mengetahui dan menuliskan takdir, tetapi tidak menghendaki dan tidak menciptakannya, merupakan golongan Qadariyah yang dinyatakan sesat oleh para ulama.

Kelompok Murjiah

Kelompok kedua adalah Murjiah. Kelompok ini terbagi menjadi beberapa sekte. Sebagian Murjiah yang ekstrem mengatakan bahwa iman cukup berupa makrifat, yaitu sekadar mengetahui adanya Allah, malaikat, dan perkara-perkara lainnya.

Sebagian yang lain mengatakan bahwa iman cukup berada di hati, atau cukup di hati dan lisan. Menurut mereka, iman tidak harus diwujudkan dalam amal. Amal bukan bagian dari iman.

Sebagian mereka juga mengatakan bahwa tidak ada pelaku dosa yang akan diazab di neraka. Mereka berpendapat bahwa iman tidak bertambah dan tidak berkurang.

Kelompok Syiah

Syiah termasuk kelompok sesat yang mendahulukan Ali bin Abi Thalib daripada Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Adapun Rafidah, mereka mencaci Abu Bakar dan Umar. Jika Abu Bakar dan Umar saja dicaci, apalagi sahabat yang lain.

Mereka hanya mengecualikan beberapa sahabat, yaitu Ali, Ammar, Abu Dzar, Salman Al-Farisi, dan Miqdad.

Kelompok Khawarij

Adapun kelompok Khawarij, mereka mengkafirkan pelaku dosa besar dan memberontak kepada penguasa muslim.

Inilah empat kelompok asal dari 72 golongan yang disebutkan oleh Imam Abdullah bin Mubarak: Qadariyah, Murjiah, Syiah, dan Khawarij.

Seseorang dikatakan telah keluar dari kecenderungan Syiah apabila ia mendahulukan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali atas seluruh sahabat lainnya. Ia meyakini keutamaan Abu Bakar sebagai sahabat yang paling mulia setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian Umar, Utsman, dan Ali.

Ia tidak membicarakan para sahabat kecuali dengan kebaikan. Ia tidak mencela, menghina, atau merendahkan seorang pun di antara mereka.

Ia selalu menyebut kebaikan para sahabat dan mendoakan mereka. Setiap menyebut nama sahabat, ia mengucapkan radhiyallahu ‘anhu, termasuk kepada sahabat yang terlambat masuk Islam. Dengan demikian, ia telah keluar dari tasyayyu (kecenderungan Syiah), dari awal hingga akhir.

Ia memuliakan dan memuji para sahabat, tidak membicarakan perselisihan di antara mereka, serta mendahulukan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Ia juga mendahulukan para sahabat Muhajirin dan Ansar, serta mengetahui tingkatan para sahabat, seperti keutamaan orang-orang yang mengikuti Perang Badar dan Perjanjian Hudaibiyah.

Dengan sikap tersebut, ia telah keluar dari tasyayyu. Sebab, asal tasyayyu adalah mengutamakan Ali daripada Utsman, atau mengutamakan Ali daripada Abu Bakar dan Umar.

Adapun kelompok yang parah adalah mereka yang mencaci, merendahkan, bahkan mengkafirkan para sahabat. Selama seseorang mengagungkan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah, dan Sa’ad bin Zaid serta Sa’ad bin Abi Waqqash, ia tidak termasuk kelompok tersebut.

Selama ia mengagungkan para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, memuliakan istri-istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menghormati seluruh sahabat, mendoakan kebaikan untuk mereka, tidak mengungkit kesalahan-kesalahan mereka, tidak membicarakan fitnah dan peperangan yang terjadi di antara mereka, serta mencarikan uzur bagi mereka, ia telah keluar dari akidah Syiah, dari awal hingga akhir.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Empat Kelompok Pokok yang Menyimpang” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56515-empat-kelompok-pokok-yang-menyimpang/